loading…
Penurunan laju Fluktuasi Harga AS Menyediakan sentimen positif Untuk pasar keuangan Internasional termasuk kripto. FOTO/iStock Photo
“Data Fluktuasi Harga merupakan salah satu indikator ekonomi yang diperhatikan pelaku pasar Lantaran dapat memengaruhi ekspektasi Pada arah Keputusan moneter. Wajar apabila rilis data tersebut turut direspons Dari berbagai kelas aset, termasuk kripto. Akan Tetapi, pergerakan harga tetap dipengaruhi Dari banyak faktor Supaya tidak dapat disimpulkan hanya Bersama satu indikator ekonomi,” kata CEO Indodax William Sutanto seperti dikutip Ke Minggu (19/7/2026).
Baca Juga: Hingga Luar Kendali, Fluktuasi Harga AS Menggila Cetak Catatan Tertinggi Di 3 Tahun Imbas Fluktuasi Harga Bahanbakar Minyak
Data Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat Menunjukkan Consumer Price Index (CPI) Ke Juni turun 0,4% secara bulanan, lebih Di dibandingkan ekspektasi pasar yang Mengantisipasi penurunan 0,2%. Penurunan tersebut menjadi yang terbesar Dari April 2020 dan terutama dipengaruhi melemahnya harga energi, Supaya memunculkan harapan Pada arah Keputusan moneter yang lebih stabil.
William mengatakan, selain dipengaruhi data Fluktuasi Harga, perhatian pelaku pasar juga mulai tertuju Ke Ethereum menjelang ETH Genesis Day yang diperingati setiap 30 Juli. Momen tersebut menjadi pengingat perjalanan Ethereum Dari diluncurkan Ke 2015 sekaligus perkembangan ekosistem Digital Rantai Blok yang terus berkembang.
Menurut dia, Ethereum kini menjadi fondasi Untuk berbagai Perkembangan Hingga industri aset digital, mulai Bersama smart contract, Decentralized Finance (DeFi), hingga tokenisasi aset atau Real World Assets (RWA). Momentum tersebut dinilai Berpeluang Meningkatkan perhatian komunitas kripto Internasional Pada perkembangan jaringan Ethereum.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Fluktuasi Harga AS Turun Karena Itu 3,5%, Bitcoin dan Ethereum Berpeluang Menguat











