Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya Ke sini!

Foto Travel
Ari Saputra – detikTravel
Senin, 26 Okt 2026 23:00 WIB
Jakarta – Pertunjukan wayang potehi Ke Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta, mengangkat kisah pencarian identitas warga Tionghoa Ke Jawa. Begini potretnya.
Dalang Andika Pradana Untuk Sanggar Wayang Potehi Siauw Pek San memainkan lakon Mawar Cina Ke Tanah Jawa, yang mengangkat kisah pencarian identitas warga keturunan Tionghoa Ke Jawa Ke era 1960-an.
Pertunjukan berdurasi Disekitar 60 menit tersebut disampaikan Untuk bahasa Indonesia. Andika berperan sebagai narator tunggal Bersama Pemberian dua asisten dalang, yang menggerakkan boneka-boneka wayang Sebagai menghidupkan jalan cerita Ke hadapan penonton.
Suasana Lebih meriah Bersama iringan tiga Olahragawan Bunyi. Pertunjukan juga berlangsung interaktif, ketika dalang dan penonton saling bersahutan, Menampilkan suasana yang mengingatkan Ke pertunjukan lenong Betawi.
Wayang potehi merupakan Seni Kekayaan Budaya pertunjukan boneka tradisional khas Tionghoa yang berasal Untuk Fujian, Tiongkok Dibagian selatan. Seiring perjalanan waktu, Seni Kekayaan Budaya ini berkembang Ke Indonesia dan berakulturasi Bersama kebudayaan lokal, menjadi Dibagian Untuk kekayaan Seni Kekayaan Budaya pertunjukan Nusantara.
Nama potehi berasal Untuk kata pou yang berarti kain, te yang berarti kantong, dan hi yang berarti wayang. Boneka potehi umumnya berbentuk kantong kain yang dimainkan menggunakan tangan, Bersama sejumlah Dibagian, seperti kepala, terbuat Untuk kayu.
Selain mengangkat cerita Terbaru, wayang potehi juga dikenal Melewati kisah-kisah klasik, seperti Cun Hun Cauw Kok, Hong Kian Cun Ciu, Poe Sie Giok, dan Sie Jin Kwie. Seni Kekayaan Budaya ini pernah populer Ke 1950-an, Sebelumnya Merasakan masa suram Sebelum 1967 akibat pembatasan Pada Kebiasaan dan ekspresi Kekayaan Budaya Dunia Tionghoa Ke Indonesia.
Kini, pertunjukan wayang potehi menjadi salah satu upaya menjaga Ketahanan Kebiasaan yang Memiliki perjalanan panjang. Melewati panggung, boneka, Bunyi, dan cerita yang disampaikan, wayang potehi tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga ruang Sebagai mengenal sejarah, identitas, serta akulturasi Kekayaan Budaya Dunia Tionghoa dan Indonesia.
Anda menyukai artikel ini
 
 
 
 
 
 
 
 
`;
constructor() {
super();
this.attachShadow({ Tren: “open” });
this.shadowRoot.innerHTML = CbRekomenditDesktop.html;
}
async connectedCallback() {
// Handle share button clicks
this.shadowRoot
.querySelectorAll(“.cb-rekomendit__share-btn”)
.forEach((btn) => {
btn.addEventListener(“click”, (e) => {
e.preventDefault();
e.stopPropagation();
const url = btn.getAttribute(“data-url”);
const title = btn.getAttribute(“data-title”);
if (navigator.share) {
navigator
.share({
title: title,
url: url,
})
.catch(console.error);
} else {
// Fallback: Copy to clipboard
navigator.clipboard.writeText(url).then(() => {
alert(“Link copied to clipboard!”);
});
}
});
});
}
}
customElements.define(“cb-rekomendit”, CbRekomenditDesktop);
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Penuh Cerita, Wayang Potehi Hidupkan Kebiasaan Tionghoa Ke Tanah Jawa












Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama Menyatakan Pendapatnya Ke sini